Rahasia Kecerdasan Orang Yahudi

Juli 15, 2009 at 7:59 am 22 komentar

Artikel yang ditulis oleh Dr Stephen Carr Leon sejatinya patut untuk menjadi bahan renungan kita bersama. Artikel yang ditulis oleh Dr Stephen ini berisi hal-hal yang menjadikan mengapa Bangsa Yahudi Pintar, tulisan ini dia tulis berdasarkan pengamatan langsung setelah berada kurang lebih 3 tahun di Israel dalam rangka menjalani Housemanship di beberapa Rumah Sakit disana.

KEPALADANOTAK

Ketika tahun kedua dia tinggal di Israel, tepatnya akhir bulan Desember 1980 tiba tiba terlintas di benaknya beberapa pertanyaan yang cukup menggoda bagi dirinya, dalam benaknya di bertanya “Apa sebabnya Orang Yahudi itu begitu pintar?”, “Mengapa Tuhan memberi kelebihan kepada mereka?”, “Apakah ini suatu kebetulan?, atau hasil usaha dari mereka sendiri?”. Atas dasar pertanyaan yang mengganggu itu maka Dr. Stephen tergerak untuk membuat suatu tesis untuk jengjang Phd-nya. Yang pada kenyataannya ternyata tesis ini memakan waktu hampir delapan tahun dalam pembuatannya karena Dr. Stephen harus mengumpulkan data-data yang akurat dan setepat mungkin.

Dr. Stephen menulis, dimulai dengan persiapan awal melahirkan bagi wanita-wanita Yahudi. Di Israel apabila setelah mengetahui sang ibu tengah mengandung maka si ibu ini akan sering bernyanyi dan bermain piano. Bahkan sang ibu beserta suaminya akan membeli buku matematika dan menyelesaikan soal bersama sang suami. Hal ini membuat heran Dr. Stephen karena ada temanya yang sedang mengandung sering membawa buku matematika dan bertanya beberapa soal yang tak dapat diselesaikan padanya. Hingga Dr. Stephen bertanya pada temannya tersebut “Apakah ini untuk anak kamu?” dan temannya menjawab “iya ini untuk anak saya yang masih ada di kandungan, saya sedang melatih otaknya, dan semoga ia menjadi orang yang jenius”. Sehingga hal ini membuat Dr. Stephen menjadi lebih tertarik untuk mengikuti perkembangannya. Tanpa mersa jenuh si ibu terus mengerjakan latihan matematika sampai genap dia melahirkan. Nah ternyata latihan otak semenjak bayi dalam kandungan itu begitu penting dalam rangka membuat kecerdasan dan IQ yang tinggi.

Hal lain yang diperhatikan oleh Dr, Stephen adalah cara makan orang-orang Yahudi. Sejak awal mengandung sang ibu suka sekali memakan kacang badam dan korma bersama susu. Pada tengah hari makanan utamanya adalah roti dan ikan tanpa kepala, bersama salad yang dicampur dengan badam dan berbagai jenis kacang-kacangan. Menurut kepercayaan orang yahudi, daging ikan itu baik untuk perkembangan otak sementara kepala ikan mengandung kimia yang tidak baik dan dapat merusak perkembangan serta pertumbuhan otak anak di dalam kandungan. Hal ini sudah menjadi adat orang-orang Yahudi ketika calon ibu tengah mengandung, bahkan sudah menjadi kewajiban bagi mereka apabila sang ibu tengah mengandung harus mengkonsumsi pil minyak ikan.

Keunikan lain yang Dr. Stephen pelajari adalah ketika ia diundang untuk makan malam bersama orang-orang Yahudi. Perhatian Dr. Stephen adalah pada menu makan mereka, pada setiap kali ia memenuhi undangan makan malam ternyata mereka gemar sekali memakan ikan (hanya isi atau fillet), dan biasanya apabila sudah ada ikan tidak akan ada daging, dengan kata lain ikan dan daging tidak akan tersedia bersama dalam satu meja. Karena menurut mereka (orang Yahudi) ikan dan daging tidak bagus untuk dimakan bersama, berbeda dengan salad dan kacang kedua jenis makanan ini harus ada untuk dimakan, terutama kacang badam. Pada setiap makan mereka akan makan buah terlebih dahulu sebelum hidangan utama. Menurut mereka, dengan memakan karbohidrat (nasi atau roti) dahulu kemudian buah-buahan dapat menyebabkan kantuk, akibatnya menjadi lemah dan payah untuk memahami pelajaran-pelajaran di sekolah.

Di Israel, merokok adalah tabu, apabila Anda diundang makan dirumah Yahudi, jangan sekali-kali merokok. Tanpa sungkan mereka akan menyuruh Anda keluar dari rumah mereka, Dan menyuruh Anda merokok di luar rumah mereka. Menurut ilmuwan di Universitas Israel, penelitian menunjukkan bahwa Nikotin dapat merusakkan sel utama pada otak manusia dan akan melekat pada gen. Artinya, keturunan perokok bakal membawa generasi yang cacat otak (bodoh). Suatu penemuan yang diungkapkan oleh saintis Gen dan DNA Israel.

Perhatian Stephen selanjutnya adalah mengunjungi anak-anak Yahudi. Mereka sangat memperhatikan makanan, makanan awal adalah buah buahan bersama kacang badam, diikuti dengan menelan pil minyak ikan. Pada pengamatannya, anak-anak Yahudi sungguh cerdas. Rata rata mereka memahami tiga bahasa, Hebrew, Arab dan Inggris. Sejak kecil mereka telah dilatih bermain piano dan biola. Ini adalah suatu kewajiban bagi mereka. Menurut mereka bermain musik dan memahami not dapat meningkatkan IQ. Sudah tentu bakal menjadikan anak pintar. Menurut saintis Yahudi, hentakan musik dapat merangsang otak. Selanjutnya di kelas 1 hingga 6, anak anak Yahudi akan diajarkan matematika berbasis perniagaan. Pelajaran IPA sangat diutamakan. Segala pelajaran akan dengan mudah di tangkap oleh anak Yahudi. Selain dari pelajaran tadi olahraga juga menjadi kewajiban bagi mereka. Olahraga yang diutamakan adalah memanah, menembak dan berlari. Menurut teman Yahudi-nya Dr. Stephen, memanah dan menembak dapat melatih otak fokus. Disamping itu menembak bagian dari persiapan untuk membela negara.

Selanjutnya perhatian Stephen ke sekolah tinggi (menengah). Di sini murid-murid digojlok dengan pelajaran sains. Mereka didorong untuk menciptakan produk. Meski proyek mereka kadangkala kelihatannya lucu dan memboroskan, tetap diteliti dengan serius. Apa lagi kalau yang diteliti itu berupa senjata, medis dan teknik. Ide itu akan dibawa ke jenjang lebih tinggi. Satu lagi yang di beri keutamaan ialah fakultas ekonomi. Saya sungguh terperanjat melihat mereka begitu agresif dan seriusnya mereka belajar ekonomi. Diakhir tahun di-Universitas, mahasiswa diharuskan mengerjakan proyek. Mereka sekaligus harus memperaktekkanya. Anda hanya akan lulus jika team Anda (10 pelajar setiap kumpulan) dapat keuntungan sebanyak $US 1 juta! (gila bener, kalo ngga dapet profit ya ngga lulus, beda bgt ya ma kita di Indonesia, lulus aja kadang dikatrol bo!!!), namun inilah kenyataannya, memang begitu cara mendidik mereka.

Kesimpulan yang dapat diambil daripada teori Dr. Stephen ini adalah, melahirkan anak dan keturunan yang cerdas adalah keharusan. Tentunya bukan perkara yang bisa diselesaikan semalaman. Perlu proses, melewati beberapa generasi.

Kabar lain tentang bagaimana pendidikan anak adalah dari saudara kita di Palestina. Mengapa Israel mengincar anak-anak Palestina. Terjawab sudah mengapa agresi militer Israel yang biadab dari 27 Desember 2008 kemarin memfokuskan diri pada pembantaian anak-anak Palestina di Jalur Gaza. Seperti yang kita ketahui, setelah lewat tiga minggu, jumlah korban tewas akibat holocaust itu sudah mencapai lebih dari 1300 orang. Hampir setengah darinya adalah anak-anak. Selain karena memang tabiat Yahudi yang tidak punya nurani, target anak-anak bukanlah kebetulan belaka. Sebulan lalu, sesuai Ramadhan 1429 Hijriah, Ismali Haniya, pemimpin Hamas, melantik sekitar 3500 anak-anak Palestina yang sudah hafidz al-Quran. Anak-anak yang sudah hafal 30 juz Alquran ini menjadi sumber ketakutan Zionis Yahudi. “Jika dalam usia semuda itu mereka sudah menguasai Alquran, bayangkan 20 tahun lagi mereka akan jadi seperti apa?” demikian pemikiran yang berkembang di pikiran orang-orang Yahudi. Tidak heran jika anak-anak Palestina menjadi para penghafal Alquran. Karena kondisi Gaza yang diblokade dari segala arah oleh Israel menjadikan mereka terus intens berinteraksi dengan al-Qur’an. Tak ada main Play Station atau game bagi mereka. Kondisi itu memacu mereka untuk menjadi para penghafal yang masih begitu belia. Kini, karena ketakutan sang penjajah, sekitar 500 bocah penghafal Quran itu telah syahid.

Perang panjang dengan Yahudi akan berlanjut entah sampai berapa generasi lagi. Ini cuma masalah giliran. Sekarang Palestina dan besok bisa jadi Indonesia. Bagaimana perbandingan perhatian pemerintah Indonesia dalam membina generasi penerus dibanding dengan negara tetangganya. Ambil contoh tetangga kita yang terdekat adalah Singapura. Contoh yang diambil sederhana saja, “Rokok”. Singapura selain menerapkan aturan yang ketat tentang rokok, juga harganya sangat mahal.

Benarkah merokok dapat melahirkan generasi “Goblok!” kata Goblok bukan dari penulis, tapi kata itu sendiri dari Stephen Carr Leon sendiri. Dia sudah menemui beberapa bukti menyokong teori ini. “Lihat saja Indonesia,” katanya seperti dalam tulisan itu. Jika Anda ke Jakarta, di mana saja Anda berada, dari restoran, teater, kebun bunga hingga ke musium, hidung Anda akan segera mencium bau asak rokok, Berapa harga rokok? Cuma US$ .70cts harga yang sangat murah.

“Hasilnya? Dengan penduduknya berjumlah jutaan orang berapa banyak universitas? Hasil apakah yang dapat dibanggakan? Teknologi? Jauh sekali. Adakah mereka dapat berbahasa selain dari bahasa mereka sendiri? Mengapa mereka begitu sukar sekali menguasai bahasa Inggris? Ditangga berapakah kedudukan mereka di pertandingan matematika sedunia? Apakah ini bukan akibat merokok? Anda fikirlah sendiri?”

sumber : pencet disini

Entry filed under: Uncategorized. Tags: .

Sakit Karena Pandangan Jika Hati Seperti Komputer

22 Komentar Add your own

  • 1. cantigi  |  Juli 15, 2009 pukul 9:00 am

    wuihh.. panjang bgt, baca dulu ah..

    Balas
  • 2. cantigi  |  Juli 15, 2009 pukul 9:12 am

    mantap.. mantap..
    tapi sebenarnya, sudah beberapa kali duta indonesia untuk olimpiade matematika dan sains di luar negeri sering mendapat gelar/ medali tertinggi, begitu pula dg penguasaan bahasa asing. cross check aja… ^_^
    nampaknya analisa Dr. Stephen (atau siapa?) untuk indonesia kurang objektif, dan kurang lama mungkin…
    yang saya tau pasti, cukup banyak manusia di seluruh dunia hanya menggunakan 1/3 kemampuan otak yg mereka miliki, lalu.. 2/3 lagi? tergantung eksplorasi kita masing2 sepertinya…
    btw, artikelnya menarik bro.. ^_^

    Balas
  • 3. Yep  |  Juli 15, 2009 pukul 9:17 am

    Posting yang menarik Bos….Thanks :)

    Balas
  • 4. kucingkeren  |  Juli 15, 2009 pukul 9:54 am

    wah..kepala ikan gak bagus ya? padahal aku suka bangetttt .. hiks..

    Balas
  • 5. Kuliah Gratis  |  Juli 15, 2009 pukul 10:37 am

    Walah akses lelet susah bacanya………

    Balas
  • 6. jerzz  |  Juli 15, 2009 pukul 10:50 am

    visit my blog

    http://jerzz.wordpress.com/

    Balas
  • 7. Huang  |  Juli 15, 2009 pukul 1:47 pm

    wew… bang goncecs baru update :)

    selamat ngeblog lagi yaa

    Balas
  • 8. indra1082  |  Juli 16, 2009 pukul 1:48 am

    Ah..Manusia Somse..gak pernah mampir…. :-x

    Balas
  • 9. A9YnD1LV3R  |  Juli 16, 2009 pukul 3:06 am

    O gitu toh, mengapa orang yahudi begitu pintar!

    Salam kenal..

    Balas
  • 10. grubik  |  Juli 16, 2009 pukul 3:39 am

    hihi.. saya perokok

    Balas
  • 11. Putri  |  Juli 16, 2009 pukul 5:13 am

    Itu betulan..si Prof Stephen menyebutkan kata INDONESIA…?

    Tapi artikel ini emang manfaat bener, ces…
    Kesimpulannya…kalo lagi hamil…harus denger musik, ngerjain soal matematika, makan ikan, dan tidak merokok…

    BTW..kacang badam itu apaan, ya ?

    Balas
  • 12. cenya95  |  Juli 16, 2009 pukul 8:26 am

    orang indonesia sebenarnya lebih pintar, meskipun awalnya meniru (membajak) kemudian mengembangkannya.
    btw.. info yang bagus.
    salam superhangat

    Balas
  • 13. idham  |  Juli 16, 2009 pukul 11:20 pm

    info yang sangat bagus…. nambah wawasan….

    Balas
  • 14. phiy  |  Juli 21, 2009 pukul 1:10 am

    yahudi emang terkenal pinternya, tapi bener kata mas cantigi,
    di indonesia juga ngga sedikit kok orang2 cerdasnya :)
    smangat buat indonesia ;)

    Balas
  • 15. achoey  |  Juli 21, 2009 pukul 7:10 am

    ehm
    info yg bagus
    tapi yakinlah kita jauh lebih cerdas

    Sahabat, makasih atas doanya selama ini
    Insyaallah ini hari terakhir saya tuk bedrest
    Dan esok bisa kembali beraktifitas :)

    Balas
  • 16. KangBoed  |  Juli 21, 2009 pukul 7:59 am

    SALAM CINTA DAMAI DAN KASIH SAYANG

    Balas
  • 17. Andioka  |  Juli 25, 2009 pukul 9:14 am

    ooooo begitu tohhh…

    salam hangat.mas,

    Balas
  • 18. dafuad  |  Juli 26, 2009 pukul 1:44 am

    tapi ngak segitunta mas… indonesia mungkin tidak seperti dulu, sekarang anak2 indonesia sudah pinter2 smua, olimpiadi fisika, matematika, tak jarang indonesia telah mengumpulan berbagai medali emas… Go Indonesia..I love u Indonesia

    Balas
  • 19. Babesajabu  |  Juli 27, 2009 pukul 1:37 pm

    Artikelnya mantapssss…..
    Salam….

    Balas
  • 20. Andrian  |  Agustus 1, 2009 pukul 2:55 pm

    artikel yg sgt bagus untuk menambah wawasan kita (sbg seorang muslim) tp anda hrs ingat org Islam lebih jenius dibanding org yahudi laknatullah ‘alaih krn tdk ada satu agamapun yg pengikutnya bs menghafalkan kitabnya apalagi memahami isi seluruhnya selain Islam (red: kitab = Al-Qur’anul karim)

    Balas
  • 21. salman  |  Agustus 4, 2009 pukul 9:15 pm

    bukannya semua itu ajaran Islam?

    Balas
  • 22. buku anak muslim  |  Agustus 21, 2009 pukul 3:57 am

    thanks for sharing

    Balas

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


AL MANAK

Juli 2009
S S R K J S M
« Mei   Agu »
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031  

Arsip

Musafir

web stats

Map

Visitor Country

Blog Stats

  • 57,033 hits

Banner


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: