Kenapa Siich Angka Pengangguran di Indonesia Terus Meningkat??

Maret 2, 2009

Temen A : “Soalnya di Indonesia itu perusahaan cuma dikit banyak yang gulung tikar akibat krisis global”

Temen B : “Penduduk Indonesia itu gak kreatif, mau enaknya doank, maunya kerja kantoran, gak capek, gaji gede, gak mau ambil resiko !!  kalo semua orang maunya nyari kerja, yaa sudah pastilah pengangguran jadi banyak karena hal tersebut tidak dimbangi dengan pertumbuhan ekonomi di Indonesia”.

Temen C : “Harusnya pemikiran orang2 Indonesia mulai sekarang dirubah untuk dari yang tadinya sekolah untuk cari kerja , menjadi sekolah untuk membuka pekerjaan !!

Temen D : “Emang mental orang Indonesia itu mental kacung alias jongos, liat aja kalo orang Cina ke Negara orang kan dia buka usaha, tetapi orang Indonesia ke Negara orang cuma pengen nyuci baju, gosok, ngepel, masak alias pekerjaan kacung”.

Goncecs : “Lho lho lho…. jangan marah marah mas ini kan diskusi biar ketemu jalan keluarnya !!! koq malah marah2,  kalo temen2 blogger berpendapat gimana ?????

Entry Filed under: Uncategorized. .

22 Comments Add your own

  • 1. cenya95  |  Maret 2, 2009 at 10:57 am

    Hmmm… ini stereotip namanya.
    susah diubah…

    Balas
  • 2. pakde  |  Maret 3, 2009 at 4:48 am

    Menciptakan lapangan kerja saja tidak cukup, karena tallent alias SDM di kita nggak semuanya mumpuni, Enaknya buat lapangan krja disesuaikan dengan SDM yang ada. Learning by doing lambat2 perusahaan dan kemampuan SDM akan mampu.

    Memang persoalannya bukan disitu.
    Mengingat masih banyak juga perusahaan yang menghendaki standarisasi SDMnya lebih dari bagus. Itu yang susah…tambal sulam tambal sulam dimana2 tetep aja angka pengangguran itu nggak bisa hilang.

    Tiga faktor yang melatarbelakangi tingkat pengangguran di Indonesia, yakni ketidaksesuaian antara pendidikan dengan lapangan kerja, ketidakseimbangan permintaan dan penawaran, rendahnya serta kualitas SDM.

    Pemerintah bisa menjadi pihak yang memberikan peluang besar dalam bentuk bantuan tunai (modal usaha) untuk membuka lapangan kerja, bagi yang tidak mendapat kerja atau di-PHK. Ini bisa mengurangi tingkat pengangguran. Selain itu, pemerintah dapat membuka lapangan pekerjaan yang seluas-luasnya, agar SDM yang menganggur dapat memiliki lapangan pekerjaan yang jelas sesuai keahlian yang dimiliki.

    Balas
  • 3. siwi  |  Maret 3, 2009 at 6:46 am

    Karena jumlah penduduk Indonesia semakin banyak, sedangkah jumlah lapangan pekerjaan terbatas.
    Kalo ga ada yang mau menciptakan lapangan pekerjaan sendiri ya jelas aja jumlah pengangguran makin banyak.

    :P

    Balas
  • 4. Ama  |  Maret 3, 2009 at 8:06 am

    karena krisis global kali ya..
    tapi bener juga deh kata teman2 mu itu, mentalnya banyakan yang “cari kerja” bukan “buka usaha sendiri”

    Balas
  • 5. ahsinmuslim  |  Maret 3, 2009 at 8:08 am

    yang harus di ubah dari masyarakat bangsa ini menurut saya adalah cara berpikirnya. masyarakat kita masih senang dengan usaha mencari pekerjaan, sedang lahannya semakin sempit. sekarang kalau hanya mengandalkan pemerintah untuk memperluas lapangan pekerjaan, sehingga kita bisa memperoleh pekerjaan, bukanlah solusi terbaik,. masyarakat harus semakin kreatif, pintar-pintar membaca peluang. saatnya menjadi pribadi yang mampu menciptakan lapangan pekerjaan, bukan pintar usaha mencari pekerjaan.
    segala sesuatu itu dimulai dari yang terkecil. dan dimulai sekarang juga. (hmm..sok tahu nih orang. he..he..)

    Balas
  • 6. Om Shani  |  Maret 3, 2009 at 10:03 am

    Saya sependapat dengan Anda, Indonesia memang kebanyakan Sekolah buat nyari kerja bukan buat nyiptain Pekerjaan jadi kalo gak da pekerjaan jadi bingung!

    Salam kenal………..Mampir ketempat saya ya!

    Balas
  • 7. vaepink  |  Maret 3, 2009 at 2:19 pm

    Kita memang enggak bisa hanya mengandalkan pemerintah yang harus mempersiapkan lapangan pekerjaan, tapi kita juga harus bisa membuka lapangan kerja sendiri dengan kreatifitas malah mungkin akhirnya kita yang akan membuka lapangan pekerjaan untuk orang lain. bisa ja kan??
    Namun sayangnya kebanyakan masnyarakat kita tidak mau berusaha mereka ingin mendapatkan sesuatunya dengan mudah dan instan. padahal jika kita mendapatkan kesuksesan itu dengan instan maka kitapun akan merasakan kesuksesan itu instan juga, beda jika kita mendapatkan semua itu dengan kesabaran, usaha dan kerja keras. InsyaAllah semuanya akan lebih indah.. :)

    Balas
  • 8. bluepaperblog  |  Maret 3, 2009 at 7:09 pm

    Udah takdir jadi orang Indonesia.
    Kalo ga suka pindah aja ke negri orang

    Balas
  • 9. syelviapoe3  |  Maret 5, 2009 at 7:44 am

    Kalo gitu..mulai dari kita, dong ..

    Cobalah berpikir untuk tidak menjustifikasi anak negeri…
    Orang Indonesia itu beginilah..begitu lah…

    Yuk, kita buktikan kalo kita orang2 yang produktif..
    OCHE !!

    Balas
  • 10. linus fans  |  Maret 6, 2009 at 3:57 am

    Salam kenal dari Linus Airways, mampir ke blog Linus ya. jangan lupa tinggalin komentar atau masukannya buat Linus. FYI: Dalam waktu dekat ini Linus Airways akan membuka route baru Dari bandung ke Palembang dan Batam.
    Terima kasih. Sukses selalu untuk Anda.

    Balas
  • 11. sunny  |  Maret 6, 2009 at 10:35 am

    angka pengangguran meningkat..
    yaa…mau gimana lagi..
    tahu gak, sebentar lagi mau pemilu, mereka para kandidat, sedang ngumbar kesana-kesini, gak karuan.

    semua OMDANG (omong doang)…
    lebih baik ciptakan sendiri aktifitas yg mampu menghidupi diri dan lingkungan..

    Balas
  • 12. iwan  |  Maret 6, 2009 at 2:51 pm

    kalau aq sih jangan sekali2 menanyakan sesuatu atau menyalahkan negara yang mestu kita buat adalah kita berkarya and mencari slusi bukan menghujat….

    Balas
  • 13. langitjiwa  |  Maret 8, 2009 at 4:02 pm

    betul dgn apa yg dikatakan mas cenya
    dan,kalau pun bisa
    itu akan butuh proses

    Balas
  • 14. Hejis  |  Maret 8, 2009 at 11:30 pm

    Perlu sejak sekolah dasar dimuati kurikulum kewirausahaan. Repotnya, masyarakat kita gak mau repot-repot berusaha sendiri sebagaimana karakter wirausaha. Tapi, bila sejak dini kita diajari cari makan sendiri (berwirausaha), hasilnya akan lumangyan.

    Salam hangat kebul-kebul, mas. :D

    Balas
  • 15. Rindu  |  Maret 13, 2009 at 12:50 pm

    Kemarin ada yang bilang kalo orang Indoneisai itu mentalnya mental babu … wah gawat :)

    Balas
  • 16. italina89  |  Maret 15, 2009 at 4:02 pm

    karena jumlah manusia yang semakin padat sehingga maningkatkan persaingan..

    serta kualitas masyarakat yang sebagian besar berada di rata-rata bahkan jauh dibandingkan negara tetangga..

    Balas
  • 17. Harsa  |  Maret 18, 2009 at 2:11 am

    mungkin bener apa yang sudah disampaikan sama teman2 lain, yang harus dirubah itu mindsetnya…sekolah untuk menciptakan lapangan kerja…..tapi kira2 chance untuk membuat lapangan kerja itu lebih besar ga ya?..seiring dengan masyarakat kita yang perpikir serba luar dan branded…..

    Balas
  • 18. sapi  |  Maret 24, 2009 at 8:46 am

    karena orang indonesia banyak yang kreatif tapi pada kurang modal jadi ya nganggur deh :roll:

    Balas
  • 19. Yep  |  Maret 31, 2009 at 2:25 am

    :D :D :D … ketawa sampe sakit perut nih… :D

    Balas
  • 20. yanti  |  Juli 19, 2009 at 10:03 pm

    belum di update lagi mas???

    Balas
  • 21. Heri  |  Oktober 5, 2009 at 10:16 am

    Untuk menciptakan peluang kerja, diperlukan rangsangan bahkan kinerja nyata dalam pengembangan faktor-faktor produksi yg dimiliki Indonesia, memang ini tugas pemerintah tapi masyarakat yg memiliki kesempatan dan rasa sosial yg tinggi pun dapat melakukannya… Peningkatan permintaan agregat terhadap faktor-faktor produksi mungkin tidak secara tiba-tiba, butuh waktu dan kerja keras antara pemerintah dan masyarakat… wah pokoknya panjang lebarlah… klw dilihat dari pengamatan saya, usaha pemerintah melalui program-program yang ada sudah baik dan terasa, namun tolong ditingkatkan terutama pada centra-centra bagian bawah yang kurang memahami perencanaan yang dilakukan oleh pusat… klw bisa perlu tenaga2 ahli yang turut membantu atau turun kebawah… maksudnya tidak hanya pengusaha besar tapi juga menengahke bawah… Jika ingin diskusi bisa E-mail ke saya : Faregi_2008@Yahoo.com

    Balas
  • 22. Syahroni Romadhoni  |  Oktober 10, 2009 at 12:44 pm

    Jangan pernah menyalahkan tempat kita tinggal atau menyalahkan orang lain, tapi sebetulnya yang harus disalahkan adalah kita (saya) sendiri yg mempunyai fikiran cetek (pendek). mungkin banyak yang bisa kita perbuat untuk mengatasi hal tersebut. kalau kita masih muda, Berjuang sekuat tenaga untuk membuka usaha mikro (jgn pernah mengatakan “dari mana kita dapat uang/modal”). dan kalau dirasa kita sudah cukup tua atau tidak memungkinkan melakukan hal tadi, bisa kita mengajarkan anak-anak kita untuk tidak terlena dengan mencari kerja tapi membuka usaha, caranya bukalah fikiran anak. itu setitik kecil yang mungkin bisa kita lakukan, meskipun kita tidak pernah merasakan nikmatnya mempunyai usaha sendiri, tapi sangat bermanfaat untuk generasi kita selanjutnya. kalau kita merasa “enak saja kesuksesan dinikmati bukan oleh saya”, itu adalah fikiran yang pendek dan picik. Good Luck for All.

    Balas

Leave a Comment

Required

Required, hidden

Some HTML allowed:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


AL MANAK

Maret 2009
S S R K J S M
« Sep   Apr »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031  

Kategori

Arsip

Tulisan Terakhir

Tulisan Terbaik

Komentar Terakhir

rul di Nikah Tapi nggak Kawin
evand.s di Arti Ciuman Menurut Para …
phiy di Selaput Dara Palsu (Jadi Peraw…
indra1082 di Selaput Dara Palsu (Jadi Peraw…
heri di Kritik dan Saran
ABDUL AZIZ di Selaput Dara Palsu (Jadi Peraw…
Syahroni Romadhoni di Kenapa Siich Angka Penganggura…

My YM

Musafir

web stats

Yang Lewat

Map

Visitor Country

Pren

Blogroll

Blog Stats

Flickr Photos

dalemnya apa yaa ?

makasih pak !

More Photos

Banner

Halaman

Ehem